Pasar Malam Batomu Menyadi

Nostalgia Kemeriahan Pasar Malam "Batomu Menyadi"

P asar Malam Batomu Menyadi – Ada pepatah Dayak yang mengatakan "Batomu Menyadi" yang berarti "Bertemu Saudara". Sesuai dengan namanya, acara yang digelar pada 19-20 Oktober 2019 lalu ini bukan sekadar tempat jual beli, melainkan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berbagi tawa, dan tentu saja, membawa ketenangan serta kebahagiaan di hati.

Cahaya Warna-Warni di Tengah Malam

Begitu memasuki area pasar malam, mata langsung dimanjakan dengan instalasi lampu hias berbentuk bunga dan bintang yang menyala terang. Perpaduan warna kuning, biru, dan merah muda menciptakan atmosfer yang magis. Di bawah temaram lampu jalan dan hiasan tersebut, terlihat kerumunan orang yang antusias mengeksplorasi setiap sudut jalanan.

Mendukung Kreativitas Lokal di Marunting Craft

Salah satu daya tarik utama malam itu adalah deretan stan UMKM yang memamerkan produk kreatif mereka. Salah satunya adalah Marunting Craft. Stan ini menjadi pusat perhatian pengunjung yang mencari aksesoris handmade yang unik.

Dari gantungan kunci hingga pernak-pernik lucu, semuanya merupakan hasil karya tangan terampil pengrajin lokal. Terlihat pengunjung dari berbagai kalangan—mulai dari anak-anak hingga orang dewasa—asyik memilih kerajinan yang dipajang. Suasana jalanan yang sedikit basah sisa hujan justru menambah kesan estetis, karena pantulan cahaya lampu di aspal membuat suasana terasa lebih hangat.

Lebih dari Sekadar Pasar

"Pasar malam seperti ini adalah jantung dari ekonomi kreatif lokal. Di sini, kita tidak hanya membeli barang, tapi juga menghargai proses kreatif dan mempererat tali silaturahmi antar warga."

Meskipun foto-foto ini diambil pada tahun 2019, kenangan akan hangatnya kebersamaan di "Batomu Menyadi" selalu berhasil memberikan ketenangan tersendiri saat diingat kembali.

● ● ●